Pimpinan Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus 1945 (FK UNTAG) Surabaya menghadiri kegiatan Rapat Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) Makassar Kamis (8/1/25). Kehadiran ini memiliki makna strategis mengingat FK UMI Makassar merupakan fakultas pembina FK UNTAG Surabaya dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan penguatan tata kelola institusi.
Pimpinan FK UNTAG Surabaya yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah dr. Poerwadi, Sp.B., Sp.BA, Subsp. DA(K). Selain mengikuti rangkaian rapat kerja, Dekan FK UNTAG Surabaya juga hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi bagian dari agenda strategis rapat kerja tersebut.
Rapat kerja FK UMI Makassar dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran UMI Makassar, Dr. dr. H. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan dan sivitas akademika FK UMI. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari evaluasi program kerja, perencanaan pengembangan pendidikan kedokteran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan tridarma perguruan tinggi.
Dalam sesi FGD, Dekan FK UNTAG Surabaya menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait pengelolaan fakultas kedokteran, strategi peningkatan mutu akademik, serta penguatan kolaborasi antar institusi pendidikan kedokteran. Diskusi berlangsung interaktif dan konstruktif, menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) antara FK UMI Makassar dan FK UNTAG Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Poerwadi menyampaikan apresiasi atas peran FK UMI Makassar sebagai fakultas pembina yang secara konsisten mendampingi dan mendukung pengembangan FK UNTAG Surabaya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi, pembinaan, dan pertukaran gagasan melalui forum seperti rapat kerja dan FGD merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran nasional.
Kehadiran pimpinan FK UNTAG
Surabaya dalam rapat kerja dan FGD ini diharapkan semakin mempererat hubungan
kelembagaan antara FK UNTAG Surabaya dan FK UMI Makassar, serta membuka peluang
kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian,
dan pengembangan institusi kedokteran di masa mendatang.